Pulau Penyengat, Pulau Kecil Dengan Sejarah Besar

Masjid Pulau Penyengat - By Safruddin Alwi
Pulau penyengat merupakan pulau kecil di sebelah barat Kota Tanjungpinang dengan luas sektiar 2 KM persegi. Bayangkan jika dibanding dengan pulau batam yang seluas 415 KM persegi. Namun siapa yang mengira jika pulau kecil ini menyimpan sejarah panjang pemerintahan kerajaan melayu. Pulau penyengat selalu diidentikkan dengan keberadaan masjid raya sultan riau yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan masjid pulau penyengat. Masjid ini didirikan tahun 1832 M, atas prakarsa Raja Abdurrahman, Yang Dipertuan Muda Riau VII.
Bentor, transportasi khas pulau penyengat
Pulau penyengat yang tak seberapa luas ini telah menjadi ikon wisata tidak hanya di Kota Tanjungpinang namun juga Kepulauan Riau. Bahkan keberadaannya tengah diusulkan menjadi salah satu world heritage UNESCO. Keindahan pulau ini dapat dinikmati dengan berkeliling menggunakan becak motor yang dikelola masyarakat setempat. Tak seberapa jauh dari pelabuhan telah berjejer becak motor yang dapat anda sewa untuk mengantarkan anda berkeliling. Start dari sekitaran masjid penyengat anda bisa diantarkan ke situs makam keluarga kerajaan, bangunan ex-kantor pemerintahan, benteng dan salah satu rumah adat melayu yang telah disulap menjadi museum untuk menyimpan benda-benda peninggalan sejarah.
Arsitektur Masjid Penyengat
Masjid penyengat di bangun di atas tanah yang cukup tinggi. Sepanjang sisi masjid dikelilingi tembok yang cukup tinggi sehingga menyerupai benteng. Di depan masjid terdapat unit bangunan yang terpisah-pisah, masing-masing dalam posisi simetris. Banguan sejenis bale di dua sisi halaman masjid bergaya arsitektur melayu. berbentuk rumah panggung tanpa dinding dengan ornamen dan ukiran kayu. Di sisi kiri dan kanan masjid, ada bangunan berdinding beratap limasan batu. Masyarakat setempat menyebut bangunan kembar tersebut sotoh. Tempat ini berfungsi sebagai tempat permusyawaratan para ulama dan cendekiawan. Masjid memiliki 4 buah menara, posisinya berada di setiap sudut ruang utama sembahyang, dengan bentuk yang hampir sama. Puncak menara berbentuk sangat runcing seperti pensil. Tampaknya menara ini dipengaruhi oleh menara-menara masjid di Turki, yang sebenarnya berasal dari gaya arsitektur Bizantium.
Peninggalan Sejarah di Pulau Penyengat
Ruang dalam masjid sebenarnya tidak cukup luas. Hanya dapat menampung kira-kira sepuluh shaf jamaah sholat. Nuansa interior masjid penuh dengan warna putih dengan hiasan warna hijau dan kuning emas. Terdapat mimbar masjid yang terbuat dari ukiran kayu. Dibagian depan masjid tersimpan kitab-kitab kuno. Dahulu merupakan koleksi perpustakaan yang didirikan oleh Raja Muhammad Yusuf al Ahmadi, Yang Dipertuan Muda Riau X. Dalam etalase kaca juga terdapat mushaf al quran yang di tulis tangan dan tampak sudah sangat tua. Juga terdapat tanah yang menurut masyarakat setempan merupakan tanah dari kota mekah.
Museum dan rumah adat melayu
Jika anda sempat berkeliling sampai ke bagian belakang pulau, anda akan menemukan sebuah rumah adat melayu yang telah disulap menjadi museum. Di sini pemandangan cukup indah dan tepat berhadapan dengan pelantar yang jauh menjorok kelaut. Ruangan dalam museum di tata menyerupai kantor pemerintahan yang dahulu ada di Pulau penyengat ini. Yang sangat menarik perhatian adalah koleksi foto hitam putih kegiatan pemerintahan kerajaan melayu. Mulai dari potret raja-raja sampai dengan tokoh-tokoh penting dalam sejarah kerajaan. Bangunan ini berbentuk rumah panggung yang cukup besar. Di bawah rumah terdapat sumur yang meskipun letaknya tidak cukup jauh dari laut, sumur tersebut memiliki rasa air yang tawar.
Peziarah
Mengulik sejarah dari pulau penyengat ini menjadi semakin menarik. Kisahnya sendiri tidak bisa dipisahkan dari seorang tokoh perempuan Engku Putri Hamidah. Konon katanya pulau penyengat ini merupakan mahar pernikahan Sultan Mahmud Marhum untuk meminang Engku Putri sebagai permaisuri. Di masa Engku Putri ini pulau penyengat menjadi pusat pemerintahan kerajaan melayu Riau-Lingga bahkan sampai ke daerah yang ditaklukan yaitu Johor dan Pahang yang kini menjadi negara bagian Malaysia. Engku putri dimakamkan di pulau penyengat bersama dengan istri-istri lain dari Sultan serta beberapa keluarga kerajaan. Letaknya cukup dekat dari kompleks masjid penyengat. Kompleks makam yang ada di pulau penyengat cukup banyak. Namun makam Engku Putri selalu menjadi kompleks makam yang paling ramai dikunjungi peziarah.
Wisata ke pulau penyengat
How to go there? secara administratif pulau penyengat merupakan wilayah kota Tanjungpinang. Dari Batam kita bisa menggunakan feri penyeberangan selama 1 jam ke Tanjungpinang. Dari pelabuhan feri Tanjungpinang kita harus keluar dan masuk ke area pelabuhan pompong karena tidak ada akses langsung dari pelabuhan feri. Dari Tanjungpinang pulau penyengat hanya berjarak kurang dari 5 KM dan dapat ditempung selama 15 menit dengan perahu pompong.
Perahu tradisional pompong
Sekian cerita tentang trip saya ke pulau penyengat semoga cukup informatif untuk dijadikan referensi.. salam and happy eid al adha.. :)

Share this:

11 komentar

  1. hello penyengat lama sudah saya tak datang salam2 utk sahabat2 di penyengat dan Tg. Pinag
    from. Anggoro (kumis)

    BalasHapus
  2. Anggoro (kumis)17 Maret 2014 12.07

    thank penyengat sala sdh saya tidak datang lg ke kampung melayu nan inidah, salam buat sahabat2 di Penyengat & Tg Pinag
    Anggoro (Kumis)

    BalasHapus
  3. Anggoro (kumis)17 Maret 2014 12.08

    thank penyengat sala sdh saya tidak datang lg ke kampung melayu nan inidah, salam buat sahabat2 di Penyengat & Tg Pinag
    Anggoro (Kumis)

    BalasHapus
  4. kangen pulau penyengat {} . .. .
    kangen tanjung pinang nya {}
    sudah 3 tahun tak pernah kesana lagiii ,. .. miss :*

    BalasHapus
  5. aku datang nya dari pulau penyengat. Moyang aku pnya atok sebelum datang ke melaka dahulu nya menetap dipulau penyengat.. Menurut cerita bapa,, pada awal nyaa tok yang aku (tok medin) dan sahabatnya2 lagi tiga orang berhijrah dari pulau penyengat ke melaka. Dan dari situ lah bermulanya tatasusila keluarga Ku dibumi melaka INI.. Cuma,, persoalannya sekarang... Masih ada lagi kah keturunan tok medin disana?. Dan bagaimana aku hendak memula kan pencarian INI??.
    Aduhhhh..

    BalasHapus
  6. I will go there next time, of course

    BalasHapus
  7. Saya udah dua kali pergi ke sana.
    Pengennya mau pergi ke sana lagi..
    Tapi sayang masyarakat kurang memperhatikan keadaan lingkungan di sekitar.
    SAMPAH masih berserakan, padahal potensi wisata Di Pulau Penyengat Sangat besar

    BalasHapus
  8. yg merasa pejabat tanya dan mikir dulu sebelum menginjakkan kakinya dipulau penyengat

    BalasHapus
  9. yg merasa pejabat tanya dan mikir dulu sebelum menginjakkan kakinya dipulau penyengat

    BalasHapus
  10. Menarik banget info Pulau Penyengat, siapa tau bisa liburan kesana :)

    Training Auditor

    BalasHapus
  11. Wah, kapan ya bisa berkunjung ke sana?

    BalasHapus