Belajar Fotografi : Melukis Dengan Cahaya

One Direction by safruddin alwi - side light
Cahaya elemen paling esensial dalam fotografi. Bisa dibilang tidak ada fotografi tanpa cahaya. Karena itu memahami karakternya dan bagaimana mengontrol cahaya menjadi wajib untuk dimengerti oleh fotografer. Sangat luas jika ingin membahas lighting yang mencakup seluruh genre fotografi. Jadi dalam tulisan ini saya fokus membahas pencahayaan dalam foto landscape. Saya sendiri pecinta natural light, modified light terlalu ribet dan kurang orisinil. Dengan mengerti karakter cahaya yang kita hadapi maka kita akan lebih mudah menuangkan ide dan mengonsep pengambilan gambar. Secara ringkas membahas cahaya kita akan berbicara mengenai kualitas dan kuantitas cahaya yang dapat kita manfaatkan dengan mengenali arahnya, dari depankah, belakang, atau samping objek serta kekuatan cahaya hard atau soft. Untuk itu saya menyertakan beberapa foto dengan kondisi pencahayaan yang berbeda untuk memudahkan pemahaman.
Side light atau pencahayaan dari arah samping objek banyak digunakan untuk menguatkan dimensi atau efek ruang sebuah foto. Dengan sumber cahaya alami matahari, untuk mendapatkannya kita memanfaatkan waktu-waktu saat sudut matahari masih rendah. Hal inilah mengapa fotografer landscape lebih banyak berburu foto pada waktu pagi atau sore hari. Side light juga sangat membantu mendramatisir foto.Selain karena dapat menguatkan kesan luas dan dimensi foto, pencahayaan pada pagi dan sore hari menguatkan saturasi warna-warna aktif (penjelasan warna aktif lihat Link ini). Foto berjudul One Direction saya ambil di waktu sore hari menjelang jam 6. Kamera membidik objek yang berada di sebelah utara, dan cahaya matahari dari sebelah kiri saya memberikan permainan shadow dan highlight yang dinamis pada foreground dan POI berupa laguna dan batu granit yang membentuk penunjuk arah ke sebuah perahu. Burning sky di bagian background juga menampilkan saturasi yang kuat.
Green and Blue by Safruddin Alwi - Front Light
Di foto berjudul Green and Blue menampilkan arah pencahayaan dari depan. Posisi kamera saya berada di sisi timur menghadap objek perbukitan. Foto saya ambil pagi hari sehingga pencahayaan matahari dari depan objek (atau belakang kamera). Di atas jam 9 pagi sampai sebelum sore hari cahaya lebih netral dan putih. Pengambilan foto antara jam 11 sampai jam 4 sore biasanya dihindari karena kuantitas pencahayaan yang hard mengakibatkan kontras yang tinggi antara shadow dan highlight. Kondisi ini rawan over exposure pada highlight karena sensor kamera memiliki keterbatasan dalam dynamic range, hal sebaliknya juga pada shadow. Foto ini diambil jam 9 pagi dengan kondisi berawan yang berfungsi sebagai softbox raksasa untuk meredam cahaya matahari. Dengan kondisi tersebut saya mendapatkan pencahayaan yang cukup merata dari FG, POI sampai BG. Kualitas pencahayaan yang netral juga membantu menjaga keakuratan warna (hue) hijau dan biru yang termasuk warna pasif. Saya menggunakan filter ND untuk mendapatkan motion blur savana dan awan.
Ranai Mountain by Safruddin Alwi - Back light
Kondisi pencahayaan dari belakang objek (back light) saya contohkan dengan foto Ranai mountain yang saya ambil pada jam 5 sore. Pencahayaan back light terbilang cukup sulit dikontrol, dalam banyak kondisi akan menyulitkan kamera dalam memfokus. Selain itu back light memberikan kuantitas pencahayaan yang hard sehingga kontras shadow dan highlight cukup besar. Namun dengan beberapa teknik pencahayaan back light justru menghasilkan foto yang dramatis. Di foto ranai mountain cahaya matahari datang dari arah belakang gunung. Saya metering ke langit dengan setting aperture maksimal f/22 agar matahari dan langit tidak OE dengan membiarkan gunung ranai dan beberapa bagian lainnya tenggelam dalam shadow. Dynamic range saya setting maksimal agar sensor masih dapat menangkap detil pada shadow. Dengan olah digital saya mengangkat detail pada FG dengan mengatur curve. Selain itu setting aperture f/22 membentuk star effect pada matahari yang tepat berada di sisi gunung.
Fisherman by Safruddin Alwi - Golden Hour
Foto fisherman ini contoh lain dari pencahayaan back light. Dengan kondisi kontras yang tinggi terkadang lebih baik menampilkan foto dalam bentuk shilluet. Foto ini saya ambil jam 6 pagi, memotret nelayan yang baru balik melaut. Saya metering ke matahari dengen kompensasi minus membiarkan objek foto saya tenggelam dalam shadow dan membentuk siluet. Namun akhirnya saya meng-crop bagian matahari karena terlalu banyak hotspot dan menyisakan bias cahaya di air berpadu dengan riak ombak. Seperti dijelaskan di atas di waktu-waktu seperti ini saturasi warna-warna aktif sangat dramatis. Kondisi ini saya tingkatkan lagi dengan setting WB yang lebih warm. Karakteristik pencahayaan di waktu pagi setelah sunrise serta sore hari menjelang sunset lebih dikenal dengan istilah golden hour. Karena karakteristik cahaya yang menguning menampilkan warna-warna yang lebih warm.
The Bridge by Safruddin Alwi - Blue Hour
Oposit dari golden hour adalah blue hour yaitu pencahayaan setelah sunset / sebelum sunrise. Setelah matahari tenggelam / atau sebelum terbit sedikit cahaya sudah diterima langit dan menyisakan warna biru berpendar. Contoh foto blue hour ini saya ambil di jembatan ancol menjelang jam 7 malam. Perlu diingat dalam kondisi blue hour pencahayaan sangat minim sehingga biasanya kita menggunakan teknik slow speed dengan memperlama waktu diafragma membuka dan menambah cahaya yang masuk ke dalam sensor. Salah satu efeknya nuansa dreamy dan kapas pada elemen air.

Rangkuman tentang cahaya dalam fotografi, yaitu tentang arah cahaya (side light, front light, dan back light) dan kuantitasnya apakah hard atau soft serta karakteristik lain yang dibawa cahaya perlu dipadukan dengan pemahaman tentang exposure. Secara sederhana adalah bagaimana mengontrol banyaknya cahaya yang diterima oleh sensor kamera. Tentang exposure ini akan ada ditulisan selanjutnya. Dari sejumlah tulisan tentang belajar fotografi saya sengaja menempaktan tulisan tentang exposure belakangan karena tugas mengukur cahaya sudah di handle dengan baik oleh kamera, sehingga lebih penting bagi fotografer untuk memikirkan selain exposure. Yaitu tentang komposisi dan hal penting lainnya yang sangat menentukan pesan dan konsep yang ingin disampaikan.

Share this:

9 komentar

  1. Luar Biasa Hasil Jepretanmu Bro..

    BalasHapus
  2. bagaimana kalo lighting dalam suatu ruangan?

    BalasHapus
  3. bagaimana kalo lighting dalam suatu ruangan?

    BalasHapus
  4. Pencahayaan indoor tetap bisa dibedakan menjadi 2 natural light dan modified light. Natural light memanfaatkan cahaya dari matahari/bulan melalui jendela (lebih dikenal dengan window lighting). modified light menggunakan sumber cahaya buatan yang dapat di-customize misal dari lampu (contiuous light) atau flash (strobist).

    Untuk mengontrol pencahayaan biasanya digunakan perangkat tertentu misal reflektor dan difuser. tujuannya sama untuk mengontrol kuantitas cahaya ingin hard atau soft light dan karakter cahaya warm (agak kekuningan) atau cold (agak kebiruan).

    BalasHapus
  5. Saya selalu terinspirasi setiap kali mengunjungi blog Anda. Te

    BalasHapus
  6. Trima kasih.... Nice to know :)

    BalasHapus
  7. Mas bro, mantap tulisan dan hasil-hasil jepretannya.

    BalasHapus